TUGAS
PROPOSAL SKRIPSI
Disusungunamemenuhitugas
:
Mata Kuliah :
Metodologi
Penelitian Pendidikan
DosenPengampu :
Dr. H. Imam Suraji, M.Ag

Disusun Oleh:
Muchamad Sakir (2021113112)
KelasA
JURUSAN TARBIYAH PAI
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
PEKALONGAN
2016
“Peran Masjid SebagaiPusatPendidikan Agama Islam”
(Study Kasus
Masjid Jami’ Mambaul Huda DesaWinduajiKecamatanPaninggaranKabupatenPekalonan)
A.
LatarBelakang
Masjid adalahtempatsuciparahamba Allahuntukmengerjakanshalatlimawaktu,
ibadah yang berhubunganlangsungdenganTuhannya. Selainsebagaitempatibadahkepada
Allah, Masjidjugadapatberfungsisebagaitempatpendidikandankeiatansosiallainnya.
Fungsi masjid yansemacamituperluterusdikembangkandenganpengelolaanyangbaikdanteratur sehingga dari masjid lahir insan-insan muslim
yang berkualitas dan masyarakat yang sejahtera.
Sebagai umat islam yang baik tentu kita
tidakingin kehilangan momen agung ini. Namun demkian kita juga tidak bisa
memungkiri bahwa tidak semua muslim tahu apa saja yang dapat diperbuatnya
terhadap masjid, dan ketika berada di masjid dlam rangka memaksimalkan manfaat
dunia akhiratnya.
“fungsi masjid adalah tempat sujud kepada
Allah SWT, tempat shalat dan tempat beribadah kepada-Nya”
Masjid juga merupakan tempat yang paling
banyak dikumandangkan nama Allah melalui adzan, iqamat, tasbih, tahmid, tahlil,
istighfar dan ucapan lain yang dianjurkan dibaca di masjid. Sebagai bagia dari
lafadz yang berkaitan dengan penggunaan asma Allah.
Winduaji satu merupakan suatu desa yang berada
diwilayah paling selatan kabupaten pekalongan, lebih tepatnya desa yang berrda
di kecamatan paninggaran. Keberadaan desa winduaji 01 merupakan suatu daerah
yang cukup jauh dari keramaian ibu kota, selain itukerena daerahnya berada pada
dataran tinggi, keberadaan masjid bagi masyarakat merupkan salah satu sarana
yang selalu dikunjungi umat islam untuk melakukan shalat jamaah. Selain itu
keberadaan masjid ini juga sebagai wahana lembaga pendidikan yang bersifat
nonformal dalm pengamalan ajaran agama islam. Antusias masyarakat untuk
beribadah di masjid Jami mambaul Huda winduaji 01 mendorong pengurus masjid
untuk dapat mencukupi kebutuhan bergama bagi masyarakat melalui
kgiatan-kegiatan keagamaan selain itu memberikan pemahaman keberagamaan
sekaligus untuk mempotensikan kemampua yang dimiliki masyarakat winduaji 01
untuk ikut berpartisipasi dalam pengemabngan agama islam di daerahnya.\
Berangkat dari problematika diatas, peneliti
inigin mengetahui bagaimana peran masjid terhdap kegiatan pendidikan agama
islam di masjid Jami’ Mamabaul Huda dalam rangka pencapaian predikat khairo
ummatin.
B.
Rumusan Masalah
1. Bagaimana kegiatan-kegiatan keagamaan di
masjid jami’ Mambaul Huda Desa Winduaji Kecamatan Paninggaran Kabupaten
Pekalongan?
2. Faktor-Faktor apa saja yang menunjang dan menghambat
kegiatan-kegiatan keagamaan di Masjid Jami’ Mambaul Huda Desa Winduaji
kecamatan Paninggaran Kabupaten Pekalongan?
3. Bagaimana Respon masyarakat Desa Winduaji
Kecamatan Paninggaran Kabupaten Pekalongan terhadap kegiatan keagamaan di
Masjid Jami’ Mambaul Huda?
C.
Tujuan Penelitian
1. Untuk menjelaskan dat tentang kegiatan
keagamaan yang dilaksanakan di Masjid Jami’ Mambaul Huda Kecamatan Paninggaran
Kbupaten Pekalongan.
2. Untuk Menjelaskan faktor penunjang dan faktor
penghambat terhadap respon masyarakat Winduaji 01 terrhadap kegiatan keagamaan
di Masjid Jami’ Mambaul Huda kecamatan Paninggaran Kabupaten Pekalongan.
3. Untuk menjelaskan hasil yang dicapai dalam
peran Masjid sebagai pusat pendidikan di desa Winduaji 01 kecamatan Paninggaran
Kabupaten Pekalongan.
D.
Kegunaan Penelitian
Kegunaan dalam peneltian ini yaitu antara lain:
1. Secara teoritis, bagi peneliti menambah
pengetahuan dan wawasan tentang perang masjid sebagai pusat pendidikan.
2. Secara praktis, hasil penelitian dapat
memberikan pemahaman dan masukan tentang peran Masjid sebagai pusat pendidikan
di Desa Winduaji Kecamatan Paninggaran Kabupaten Pekalongan.
E.
Tinjauan Penelitian
1. Analisis Teori dan Kajian Penelitian yang
Relevan
Perintah memakmurkan Masjid secara jelas difirmankan oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an
:
إِنَّمَايَعْمُرُمَسَٰجِدَٱللَّهِمَنْءَامَنَبِٱللَّهِوَٱلْيَوْمِٱلْءَاخِرِوَأَقَامَٱلصَّلَوٰةَوَءَاتَىٱلزَّكَوٰةَوَلَمْيَخْشَإِلَّاٱللَّهَفَعَسَىٰٓأُو۟لَٰٓئِكَأَنيَكُونُوا۟
مِنَٱلْمُهْتَدِينَ
Artinya: ”Hanyalah yang memakmurkan
Masjid-Masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari
kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunakan zakat dan tidak takut
(kepada siapa pun) selain kepad Allah maka merekalah orang-orang yang
diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk” (Q.S.
At-Taubah :18)
Kata masjid diulang sebanyak 28 kali di dalam Al-Qur’an. Dari segi bahasa,
kata tersebut diambil dari akar kata sajada-sujudan, yang berarti patuh, taat,
serta tunduk dengan penuh hormat, meletakan dahi, kedua tangan lutu, dan kaki
ketanah yang kemudian dinamai sujud oleh syariat adalah bentuk lahiriyah yang
paling nyata dari maka diatas.
Itulah sebabnya mengapa bangunan yang khusus digunakan unutuk melaksanakan
shalat dinamakan masjid, yang artinya “temapat bersujud” (Budiman Mustofa,
Manajemen Masjid, cet ke-2, (Surakarta : Ziyad Visi Media,2008), hlm 19)
Dalam Al-Qur’an Masjid diungkapkan dalam dua sebutan. Pertama, “Masjid”
suatu sebutan langsung menunjuk kepada pengertian tempat peribadatan umat islam
yang sepadan dengan sebutan tempat-tempat peribadatan agama-agama yang lainya
(Q.S. 22: 40). Kedua, “Bayt” yang juga menunjukan kepda dua pengertian, pertama
tinggal sebagaimana rumah untuk manusia atau sarang untuk binatang. (M. Quraish
Shihab, wawasan Al-Qur’an. Cet ke-2(Jakarta: Mizan, 1996),hlm 463)
Hanum Asrohah dalam bukunya sejarah penidikan islam menyatakan bahwa masjid
merupakan lembaga pendidikn islam yang sudah ada sejak zaman nabi.” Ia
mempunyai peran penting bagi masyarakat islam sejak awal sampai sekarang.
Masjid berfungsi sebagai tempat bersosialisasi, tempat ibadah dan sebagainya,
tetapi yang lebih penting adalah sebagai lembaga pendidikan.(Hanum Asrohah,
sejarah pendidikan Islam,(Jakarta: Logos, 1999),hlm 36)
Dalam sekripsinya Ulya Ruslina Nim 23204073, Alumnu STAIN Pekalongan, yang
berjudul “ aktualisasi fungsi masjid sebagai institusi Pendidikan Agama Islam.”
Menjelaskan bahwa dalam perkembangannya menjawab tentangan zaman, funsi dan
peran masjid pada zaman sekarang kembali melanjutkan visi yang pernah dibawa pada
zaman Rasululloh SAW serta zaman kejayaan umat Islam, fungsi dan peran masjid
tidak sebatas Hablumminallah namun, juga perosalan Hablumminannas. Fungsi dan
peran masjid lebih berkembang , disamping sebagai temapat ibadah shalat, pengajian
dan pembinaan mental dan akhlak umat, juga digunakan untuk aktifitas
kemasyaratakat seperti untuk baitul mal, musyawarah dan majelis diskusi, bahkan
sebagai pusat pembinaan karakter dan fisikumat melalui berbagai
pelatihan-pelatihan pembinaan mental fisikal dan lain sebagainya.
Sedangkan dalam skripsi lain dari Muchamad Jama’ Arif Nim 05110014 Alumnus
UIN Maulan Malik Ibrahim Malang, yang berjudul “ pemberdayaan masjid sebagai
sarana pendidikan Islam bagi Siswa di Madrasah aliayah Negeri 3 Malang.
Mengemukakan bahwa memahami masjid secara universal berarti juga memahaminya
sebagai sebuah instrumen sosial masyarakat islam yang tidak dapat dipisahkan
dari masyarakat Islam itu sendiri. Keberadaan Masjid pada umumnya merupakan
salah satu perwujudan aspirasi umat islam sebagai temapat ibadah yang menduduki
fungsi sentral, mengingat fungsinya yang strategis, maka perlu dibina
sebaik-baiknya, baik dari segi fisik bangunan maupun dari segi kegiatan
pemakmurannya. Melalui pemahaman ini muncul sebuah keyakinan bahwa masjid
menjadi pusat dan sumber perdaban islam melalui masjid pula, kaderisai generasi
muda dapat dilakukan melalui proses pendidikan Islam yang bersifat kontinyu
untuk pencapaian kemajuan, sehingga pendidikan agama tidak cenderung
mengedepankan aspek kognisi saja, maelainkan ada aspek afeksi dan psikomotorik.
F.
Kerangaka Berfikir
Kerangka fikir merupaka teori yang telah dikembangkan yang dapat mendasari
perumusan Hipotesis. Teori yang telah dikembangkan dalam rangka memberi jawaban
terhadap pendekatan pemecahan masalah yang menyatakan hubungan anarat variabel
berdasarkan pembahasan teoritis.
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa secara umum masjid yang akar
katanya mengandung arti tunduk dan patuh, memilki pemaknaan yang lebih luas.
Masjid selain berfungsi memenuhi keperluan ibadah Islam, fungsi dan peranannya
ditentukan oleh lingkungan temapt dan jamaah dimana masjid itu didirikan.
Secara prinsip masjid adalah temapat membina umat yang meliputi penyambung
ukhuwah, wadah musyawah umat, serta pembinaan dan pengembangan masyarakat.
Dalam penelitian ini, peneliti berusaha untuk mengetahui bagaimana peranan
masjid sebagai pusat pendidikan dalam program pemberdayaan masyarakat Desa
Winduaji Kecamatan Paninggaran Kabupaten Pekalongan. Sehingga dengan
pemberdayaan tersebut menamabh nilai plus tersendiri bagi masjid tersebut dan
juga menambah kepercayaan terhadap masjid itu sendiri dan juga masyarakat biasa
merasa terayomi dengan keberadaan masjid tersebut.
Berdsarkan berbagai teori tersebut, dapat dirumuskan model konseptual
kerangka berfikir sebgai berikut:
![]() |
G.
Metode Penelitian
1.
Pendekatan dan Jenis Penelitian
Pendekatan yang
dipakaidalampenelitianiniadalahpendekatankualitatif, yaknisebuah proses
penyelidikanuntukmemahamimasalahsosialataumasalahmanusia,
berdasarkanpadapenciptaangambarholistik yang dibentukdengan kata-kata,
melaporkanpandanganinformansecara
Jenispenelitianiniadalahpenelitianlapangan,
karenapenelitiandilakukan di lingkunganmasyarakatdan masjid, dan data yang
ditelitiadalahkualitatif, yaknipenelitian yang menghasilkandata deskriptifberupa kata-kata
tertulisataulisandari orang-orang danprilaku yang dapatdiamati.
2.
Populasi dan Sampel Penelitian
Tempat Penelitianiniadalah
masjid Jami’ Mambaul Huda desaWinduajiKecamatanPaninggaranKabupatenPekalongan.
Adapun yang menjadisubjekpenelitiandalampenelitianiniadalah, ketuatakmir masjid
jami’ mambaulhuda , imam rawatib, sebagianjama’ah masjid, anggotatakmir masjid
dansemuapihak yang terkaitdenganpelaksanaanpembinaanumat.
3.
Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data adalahberbagaicara yang
digunakanuntukmengumpulkan data,
menghimpun, mengambil, ataumenyaring data penelitian. Untukmengumpulkan
data yang dibutuhkanpenulismenggunakanmetodepengumpulan data sebagaiberikut:
a.
MetodeWawancara (interview)
Metodewawancaraadalahbentukkomunikasiantaradua
orang ataulebih, melibatkan orang yanginginmemperolehinformasidari orang lain
denganmengajukanpertanyaan-pertanyaanberdasarkantujuantertentu.
b.
Observasi (pengamatan)
Menggunakanmetodeobservasiberartimemggunakanmatadantelingasebagaijendalauntukmerekamsebagaipengambilan
data dengancarapemungutandanpencatatandengansistematisfenomena-fenomena yang
diselidiki.
c.
Dokumentasi
Metodedokumentasiadalahcatatanpengumpulan
data untukmemperolehkejadiannyatatentangsituasisosialdanartiberbagaifaktor di
sekitarsubjekpenelitian
4.
Teknik Analisis Data
Setelah data
terkumpulmakalangkahselanjutnyaadalahmenganalisis data
untukmemperolehkesimpulan.Dalamanalisisdata
inipenelitimenggambarkanfenomena-fenomena yang adapadasaatiniatausaat
yang lampau, dariseluruh data hasilobservasi, wawancaradandokumentasi.
Analisisdilakukandengancaradeskriptifkualitatifyaknimenggambarkanataumendeskripsikan
data-data yang terkumpulberupa kata-kata, denganpolapendekataninduktif.
Pendekataninduktifyaitusuatucaraberfikir yang
berangkatdarifakta-faktaatauperistiwa-peristiwakhususkemudianditarikgeneralisasi
yang bersifatumum.
DAFTAR PUSTAKA

Tidak ada komentar:
Posting Komentar