Sabtu, 21 Mei 2016

proposal skripsi



TUGAS
PROPOSAL SKRIPSI
Disusungunamemenuhitugas :
Mata Kuliah                : Metodologi Penelitian Pendidikan
DosenPengampu         : Dr. H. Imam Suraji, M.Ag




Disusun Oleh:
Muchamad Sakir                     (2021113112)

KelasA
JURUSAN TARBIYAH PAI
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
PEKALONGAN
2016
Peran Masjid SebagaiPusatPendidikan Agama Islam
(Study Kasus Masjid Jami’ Mambaul Huda DesaWinduajiKecamatanPaninggaranKabupatenPekalonan)
A.    LatarBelakang
Masjid adalahtempatsuciparahamba Allahuntukmengerjakanshalatlimawaktu, ibadah yang berhubunganlangsungdenganTuhannya. Selainsebagaitempatibadahkepada Allah,  Masjidjugadapatberfungsisebagaitempatpendidikandankeiatansosiallainnya. Fungsi masjid yansemacamituperluterusdikembangkandenganpengelolaanyangbaikdanteratur sehingga dari masjid lahir insan-insan muslim yang berkualitas dan masyarakat yang sejahtera.
Sebagai umat islam yang baik tentu kita tidakingin kehilangan momen agung ini. Namun demkian kita juga tidak bisa memungkiri bahwa tidak semua muslim tahu apa saja yang dapat diperbuatnya terhadap masjid, dan ketika berada di masjid dlam rangka memaksimalkan manfaat dunia akhiratnya.
“fungsi masjid adalah tempat sujud kepada Allah SWT, tempat shalat dan tempat beribadah kepada-Nya”
Masjid juga merupakan tempat yang paling banyak dikumandangkan nama Allah melalui adzan, iqamat, tasbih, tahmid, tahlil, istighfar dan ucapan lain yang dianjurkan dibaca di masjid. Sebagai bagia dari lafadz yang berkaitan dengan penggunaan asma Allah.
Winduaji satu merupakan suatu desa yang berada diwilayah paling selatan kabupaten pekalongan, lebih tepatnya desa yang berrda di kecamatan paninggaran. Keberadaan desa winduaji 01 merupakan suatu daerah yang cukup jauh dari keramaian ibu kota, selain itukerena daerahnya berada pada dataran tinggi, keberadaan masjid bagi masyarakat merupkan salah satu sarana yang selalu dikunjungi umat islam untuk melakukan shalat jamaah. Selain itu keberadaan masjid ini juga sebagai wahana lembaga pendidikan yang bersifat nonformal dalm pengamalan ajaran agama islam. Antusias masyarakat untuk beribadah di masjid Jami mambaul Huda winduaji 01 mendorong pengurus masjid untuk dapat mencukupi kebutuhan bergama bagi masyarakat melalui kgiatan-kegiatan keagamaan selain itu memberikan pemahaman keberagamaan sekaligus untuk mempotensikan kemampua yang dimiliki masyarakat winduaji 01 untuk ikut berpartisipasi dalam pengemabngan agama islam di daerahnya.\
Berangkat dari problematika diatas, peneliti inigin mengetahui bagaimana peran masjid terhdap kegiatan pendidikan agama islam di masjid Jami’ Mamabaul Huda dalam rangka pencapaian predikat khairo ummatin.
B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana kegiatan-kegiatan keagamaan di masjid jami’ Mambaul Huda Desa Winduaji Kecamatan Paninggaran Kabupaten Pekalongan?
2.      Faktor-Faktor apa saja yang menunjang dan menghambat kegiatan-kegiatan keagamaan di Masjid Jami’ Mambaul Huda Desa Winduaji kecamatan Paninggaran Kabupaten Pekalongan?
3.      Bagaimana Respon masyarakat Desa Winduaji Kecamatan Paninggaran Kabupaten Pekalongan terhadap kegiatan keagamaan di Masjid Jami’ Mambaul Huda?
C.    Tujuan Penelitian
1.      Untuk menjelaskan dat tentang kegiatan keagamaan yang dilaksanakan di Masjid Jami’ Mambaul Huda Kecamatan Paninggaran Kbupaten Pekalongan.
2.      Untuk Menjelaskan faktor penunjang dan faktor penghambat terhadap respon masyarakat Winduaji 01 terrhadap kegiatan keagamaan di Masjid Jami’ Mambaul Huda kecamatan Paninggaran Kabupaten Pekalongan.
3.      Untuk menjelaskan hasil yang dicapai dalam peran Masjid sebagai pusat pendidikan di desa Winduaji 01 kecamatan Paninggaran Kabupaten Pekalongan.
D.    Kegunaan Penelitian
Kegunaan dalam peneltian ini yaitu antara lain:
1.      Secara teoritis, bagi peneliti menambah pengetahuan dan wawasan tentang perang masjid sebagai pusat pendidikan.
2.      Secara praktis, hasil penelitian dapat memberikan pemahaman dan masukan tentang peran Masjid sebagai pusat pendidikan di Desa Winduaji Kecamatan Paninggaran Kabupaten Pekalongan.
E.     Tinjauan Penelitian
1.      Analisis Teori dan Kajian Penelitian yang Relevan
Perintah memakmurkan Masjid secara jelas difirmankan oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an :
إِنَّمَايَعْمُرُمَسَٰجِدَٱللَّهِمَنْءَامَنَبِٱللَّهِوَٱلْيَوْمِٱلْءَاخِرِوَأَقَامَٱلصَّلَوٰةَوَءَاتَىٱلزَّكَوٰةَوَلَمْيَخْشَإِلَّاٱللَّهَفَعَسَىٰٓأُو۟لَٰٓئِكَأَنيَكُونُوا۟ مِنَٱلْمُهْتَدِينَ
Artinya: ”Hanyalah yang memakmurkan Masjid-Masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunakan zakat dan tidak takut (kepada siapa pun) selain kepad Allah maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk” (Q.S. At-Taubah :18)
Kata masjid diulang sebanyak 28 kali di dalam Al-Qur’an. Dari segi bahasa, kata tersebut diambil dari akar kata sajada-sujudan, yang berarti patuh, taat, serta tunduk dengan penuh hormat, meletakan dahi, kedua tangan lutu, dan kaki ketanah yang kemudian dinamai sujud oleh syariat adalah bentuk lahiriyah yang paling nyata dari maka diatas.
Itulah sebabnya mengapa bangunan yang khusus digunakan unutuk melaksanakan shalat dinamakan masjid, yang artinya “temapat bersujud” (Budiman Mustofa, Manajemen Masjid, cet ke-2, (Surakarta : Ziyad Visi Media,2008), hlm 19)
Dalam Al-Qur’an Masjid diungkapkan dalam dua sebutan. Pertama, “Masjid” suatu sebutan langsung menunjuk kepada pengertian tempat peribadatan umat islam yang sepadan dengan sebutan tempat-tempat peribadatan agama-agama yang lainya (Q.S. 22: 40). Kedua, “Bayt” yang juga menunjukan kepda dua pengertian, pertama tinggal sebagaimana rumah untuk manusia atau sarang untuk binatang. (M. Quraish Shihab, wawasan Al-Qur’an. Cet ke-2(Jakarta: Mizan, 1996),hlm 463)
Hanum Asrohah dalam bukunya sejarah penidikan islam menyatakan bahwa masjid merupakan lembaga pendidikn islam yang sudah ada sejak zaman nabi.” Ia mempunyai peran penting bagi masyarakat islam sejak awal sampai sekarang. Masjid berfungsi sebagai tempat bersosialisasi, tempat ibadah dan sebagainya, tetapi yang lebih penting adalah sebagai lembaga pendidikan.(Hanum Asrohah, sejarah pendidikan Islam,(Jakarta: Logos, 1999),hlm 36)
Dalam sekripsinya Ulya Ruslina Nim 23204073, Alumnu STAIN Pekalongan, yang berjudul “ aktualisasi fungsi masjid sebagai institusi Pendidikan Agama Islam.” Menjelaskan bahwa dalam perkembangannya menjawab tentangan zaman, funsi dan peran masjid pada zaman sekarang kembali melanjutkan visi yang pernah dibawa pada zaman Rasululloh SAW serta zaman kejayaan umat Islam, fungsi dan peran masjid tidak sebatas Hablumminallah namun, juga perosalan Hablumminannas. Fungsi dan peran masjid lebih berkembang , disamping sebagai temapat ibadah shalat, pengajian dan pembinaan mental dan akhlak umat, juga digunakan untuk aktifitas kemasyaratakat seperti untuk baitul mal, musyawarah dan majelis diskusi, bahkan sebagai pusat pembinaan karakter dan fisikumat melalui berbagai pelatihan-pelatihan pembinaan mental fisikal dan lain sebagainya.
Sedangkan dalam skripsi lain dari Muchamad Jama’ Arif Nim 05110014 Alumnus UIN Maulan Malik Ibrahim Malang, yang berjudul “ pemberdayaan masjid sebagai sarana pendidikan Islam bagi Siswa di Madrasah aliayah Negeri 3 Malang. Mengemukakan bahwa memahami masjid secara universal berarti juga memahaminya sebagai sebuah instrumen sosial masyarakat islam yang tidak dapat dipisahkan dari masyarakat Islam itu sendiri. Keberadaan Masjid pada umumnya merupakan salah satu perwujudan aspirasi umat islam sebagai temapat ibadah yang menduduki fungsi sentral, mengingat fungsinya yang strategis, maka perlu dibina sebaik-baiknya, baik dari segi fisik bangunan maupun dari segi kegiatan pemakmurannya. Melalui pemahaman ini muncul sebuah keyakinan bahwa masjid menjadi pusat dan sumber perdaban islam melalui masjid pula, kaderisai generasi muda dapat dilakukan melalui proses pendidikan Islam yang bersifat kontinyu untuk pencapaian kemajuan, sehingga pendidikan agama tidak cenderung mengedepankan aspek kognisi saja, maelainkan ada aspek afeksi dan psikomotorik.
F.     Kerangaka Berfikir
Kerangka fikir merupaka teori yang telah dikembangkan yang dapat mendasari perumusan Hipotesis. Teori yang telah dikembangkan dalam rangka memberi jawaban terhadap pendekatan pemecahan masalah yang menyatakan hubungan anarat variabel berdasarkan pembahasan teoritis.
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa secara umum masjid yang akar katanya mengandung arti tunduk dan patuh, memilki pemaknaan yang lebih luas. Masjid selain berfungsi memenuhi keperluan ibadah Islam, fungsi dan peranannya ditentukan oleh lingkungan temapt dan jamaah dimana masjid itu didirikan. Secara prinsip masjid adalah temapat membina umat yang meliputi penyambung ukhuwah, wadah musyawah umat, serta pembinaan dan pengembangan masyarakat.
Dalam penelitian ini, peneliti berusaha untuk mengetahui bagaimana peranan masjid sebagai pusat pendidikan dalam program pemberdayaan masyarakat Desa Winduaji Kecamatan Paninggaran Kabupaten Pekalongan. Sehingga dengan pemberdayaan tersebut menamabh nilai plus tersendiri bagi masjid tersebut dan juga menambah kepercayaan terhadap masjid itu sendiri dan juga masyarakat biasa merasa terayomi dengan keberadaan masjid tersebut.
Berdsarkan berbagai teori tersebut, dapat dirumuskan model konseptual kerangka berfikir sebgai berikut:


 



G.    Metode Penelitian
1.      Pendekatan dan Jenis Penelitian
Pendekatan yang dipakaidalampenelitianiniadalahpendekatankualitatif, yaknisebuah proses penyelidikanuntukmemahamimasalahsosialataumasalahmanusia, berdasarkanpadapenciptaangambarholistik yang dibentukdengan kata-kata, melaporkanpandanganinformansecara
Jenispenelitianiniadalahpenelitianlapangan, karenapenelitiandilakukan di lingkunganmasyarakatdan masjid, dan data yang ditelitiadalahkualitatif, yaknipenelitian yang menghasilkandata  deskriptifberupa kata-kata tertulisataulisandari orang-orang danprilaku yang dapatdiamati.
2.      Populasi dan Sampel Penelitian
Tempat Penelitianiniadalah masjid Jami’ Mambaul Huda desaWinduajiKecamatanPaninggaranKabupatenPekalongan. Adapun yang menjadisubjekpenelitiandalampenelitianiniadalah, ketuatakmir masjid jami’ mambaulhuda , imam rawatib, sebagianjama’ah masjid, anggotatakmir masjid dansemuapihak yang terkaitdenganpelaksanaanpembinaanumat.
3.      Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data adalahberbagaicara yang digunakanuntukmengumpulkan data,  menghimpun, mengambil, ataumenyaring data penelitian. Untukmengumpulkan data yang dibutuhkanpenulismenggunakanmetodepengumpulan data sebagaiberikut:
a.  MetodeWawancara (interview)
Metodewawancaraadalahbentukkomunikasiantaradua orang ataulebih, melibatkan orang yanginginmemperolehinformasidari orang lain denganmengajukanpertanyaan-pertanyaanberdasarkantujuantertentu.
b.  Observasi (pengamatan)
Menggunakanmetodeobservasiberartimemggunakanmatadantelingasebagaijendalauntukmerekamsebagaipengambilan data dengancarapemungutandanpencatatandengansistematisfenomena-fenomena yang diselidiki.
c.  Dokumentasi
Metodedokumentasiadalahcatatanpengumpulan data untukmemperolehkejadiannyatatentangsituasisosialdanartiberbagaifaktor di sekitarsubjekpenelitian
4.      Teknik Analisis Data
Setelah data terkumpulmakalangkahselanjutnyaadalahmenganalisis data untukmemperolehkesimpulan.Dalamanalisisdata  inipenelitimenggambarkanfenomena-fenomena yang adapadasaatiniatausaat yang lampau, dariseluruh data hasilobservasi, wawancaradandokumentasi.
Analisisdilakukandengancaradeskriptifkualitatifyaknimenggambarkanataumendeskripsikan data-data yang terkumpulberupa kata-kata, denganpolapendekataninduktif. Pendekataninduktifyaitusuatucaraberfikir yang berangkatdarifakta-faktaatauperistiwa-peristiwakhususkemudianditarikgeneralisasi yang bersifatumum.


DAFTAR PUSTAKA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar